Kisah Pilu Nenek Muntilah, Hidup Sebatang Kara Ditemukan Meringkuk Kelaparan

Tubuhnya kurus kering, tinggal tulang berbalut kulit.
Dream - Hidup memang penuh perjuangan. Nasib setiap orang pun berbeda-beda. Ada yang berkecukupan, tak sedikit pula dalam kekurangan. Itulah mengapa manusia selalu diajarkan untuk saling membantu dan tolong-menolong antar sesama.
Banyak orang tua yang sedang menikmati masa senjanya. Namun, beberapa ada yang berjuang keras untuk bertahan hidup dengan kondisinya yang memilukan.
Seperti unggahan akun Instagram @tante_rempong_, ada seorang nenek bernama Mbah Muntialah, berasal dari Desa Pangkat Rejo Sugio, Lamongan, Jawa Timur. Umurnya sudah 80 tahun dan tak mempunyai seorang anak
Dirawat Keponakan
Di dalam video tersebut, terlihat tim memasuki sebuah rumah yang kumuh. Di dalamnya, ternyata ada seorang nenek yang sedang meringkuk di lantai berlandaskan tanah. Tubuhnya terlihat seperti tulang berbalut kulit saja.
" Astaghfirullah, ya Allah," kata perekam video menangis.
Menurut informasi, nenek Muntiah sehari-harinya dirawat oleh keponakannya. Namun, karena keponakannya juga merupakan warga kurang mampu dan hanya bekerja serabutan sebagai buruh tani, maka ia pun tak bisa mengurus nenek Muntiah dengan layak.
Keponakannya itu tinggal tak serumah dengan nenek Muntiah, sehingga kurang memperhatikan kondisi nenek Muntiah.
Ditemukan Kelaparan
Saat ditemukan, nenek itupun langsung meminta makan kepada orang yang datang menemuinya. Setelah diberikan sekotak nasi, ia pun langsung memakannya dengan sangat lahap.
" Alon-Alon mawon mbah, nggih di dhahar sedoyo (Pelan-Pelan saja mbah, iya di makan semua boleh)," kata seorang pria.
Dirawat Warga Setempat
Setelah video dan kisahnya viral, pihak perangkat desa setempat bersama perwakilan dari kepolisian daerah, mencarikan solusi untuk merawat nenek Muntiah.
Kedepannya, nenek Muntiah disebut akan dirawat oleh seorang warga yang mana seluruh biaya akan ditanggung pihak desa.
Penjelasan keluarga
Islama (55), keponakan yang biasa merawat Muntiah, mengaku teledor saat video tersebut diambil. Padahal, Islama mengaku telah memperlakukan Muntiah dengan baik setiap hari. "Kemarin itu saya pas ada kerjaan buruh tani.
Sedikit teledor juga, padahal sebelum berangkat itu sudah saya beri makan dan saya mandikan," ujar Islama dalam logat bahasa Jawa kepada Kompas.com, Rabu (27/1/2021). Islama menampik tak mengurus Muntiah dengan baik.
Meski keadaan ekonominya terbatas, Islama tetap meluangkan waktu merawat Muntiah. Setiap hari, Islama memberi makan dan memandikan nenek berusia 80 tahun itu.
Ia membagi waktu sebagai buruh tani dan merawat Muntiah. Apalagi, Muntiah tak memiliki anak, tak bisa berjalan, dan pikun. Tetapi, Islama tetap merawat nenek itu seperti orangtuanya sendiri. "Namanya orang pikun, kadang diberi makan juga ngomong belum makan.
Kadang kalau saya pas bekerja buruh tani, tetangga dan kerabat yang lain juga sering kasih makan ke si mbah," ucap dia.
slama dan suaminya, Nur Asit (60), bekerja sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka memiliki tiga anak, dua di antaranya masih menjadi tanggungan Islama dan Nur Asit.
Sementara Muntiah tinggal di rumah salah satu keluarga yang jaraknya cukup dekat dengan kediaman Islama. Muntiah tinggal sendiri di rumah itu.
Setelah viral di media sosial, kediaman Muntiah sering dikunjungi orang. Mereka sekadar ingin mengetahui kondisi Muntiah, ada juga yang memberi bantuan. Kondisi Muntiah lebih baik dari sebelumnya. Meski terlihat kurus, wajahnya terlihat lebih berseri.
Belum ada Komentar untuk " Kisah Pilu Nenek Muntilah, Hidup Sebatang Kara Ditemukan Meringkuk Kelaparan"
Posting Komentar